Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

HAK KWI dan Kemenag Gelar Dialog Dalam Kebenaran dan Kasih

Oleh Admin 16-04-2016 17:30:40

Aceh (Pinmas) —- Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bekerjasama dengan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama menggelar Seminar Dialog Dalam Kebenaran dan Kasih. Gelaran kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat (16/04) besok ini  juga atas kerjasama  Komisi HAK Keuskupan Agung Medan, dan Komisi HAK Keuskupan Sibolga. 

“Semua agama mendapat perlindungan yang sama oleh Negara. Inilah bukti bahwa Negara selalu hadir,” ungkap Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, saat memberikan sambutan sekaligus membuka seminar,  Kamis (14/04).  

Menurutnya, Bimas Katolik terus berupaya mewujudkan masyarakat Katolik yang religius sekaligus Pancasilais dalam negara ber-Bhinneka Tunggal Ika.  Ditjen Bimas Katolik juga terus berupaya  mewujudkan kerukunan hidup beragama masyarakat Katolik serta membangun kualitas iman dan ketakwaan mereka. 

Untuk itu, lanjut Dirjen, Bimas Katolik bergandengan tangan dengan Mitra Gereja Katolik dalam menggelar kegiatan, antara lain: dialog kerukunan di beberapa tempat, pertemuan pemimpin lembaga/gereja, registrasi rumah Ibadat sekaligus menetapkan status badan hukumnya, peningkatan kualitas tenaga pastoral, program bantuan buku-buku keagamaan serta buku tentang PANCASILA dalam Pandangan Gereja Katolik.

Bimas Katolik juga aktif dalam  kegiatan  Bilateral Interfaith dialogue I RI – Slovakia (2014), Bilateral Interfaith dialogue III RI – Polandia (2014), Bilateral Interfaith dialogue RI – Wina (2015), dan Bilateral Interfaith dialogue III RI – Serbia (2015). 

Dari rangkaian kegiatan tersebut, Eusabius berharap kerukunan, toleransi, dialog, dan kerjasama dapat terwujud. Karenanya, pemahaman  bahwa keberagaman (pluralitas) adalah given —pemberian atau rahmat Tuhan menjadi sesuatu yang mendasar. Dari situ diharapkan tumbuh sikap toleransi, saling menghargai, mengakui dan memahamai orang lain yang berbeda, dan bersikap emphati . “Jika mau dialog maka dialog. Bukan soal kuantitas tapi kualitas,” tandas Dirjen. 

“Masyarakat Katolik perlu menggenggam paham KITA. Apa pun yang  ada di Negara ini adalah milik kita bersama yang harus dijaga. Dan laksanakan dialog kehidupan, dengan hidup menjadi garam dan terang bagi sesama,” tambahnya.

Seminar Dialog dalam Kebenaran dan Kasih ini berlangsung dari 14 – 16 April 2016. Beberapa materi yang ditampilkan, antara lain: Pentingnya Dialog pada Zaman dan Tempat Kita, Dialog Antarumat Beragama di Aceh, Pandangan Gereja Mengenai Dialog Antarumat Beragama, serta Mengembangkan Dialog dalam Hidup dan Karya. (mariamasang/mkd/mkd)