Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

415 Profesor Kemenag Duduk Bersama Bicarakan Pendidikan Islam

Oleh Admin 28-11-2015 00:54:22

Jakarta (Pinmas) —- Direktorat Pendidikan Tinggi Islam akan mengumpulkan 415 orang profesor dibawah naungan Kementerian Agama untuk membicakan pendidikan Islam di Indonesia. Pertemuan tersebut akan dikemas dalam bentuk konferensi guru besar PTKI yang mengusung tema “Meningkatkan integritas dan Reputasi Akademik Guru Besar PTKI”. 

Dalam keterangan jumpa persnya, Jumat (27/11) di Jakarta, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, yang didampingi Direktur Diktis Amsal Bactiar dan Kasubdit Ketenagaan, Imam Safei menyampaikan bahwa acara ini akan berlangsung pada tanggal 29 November – 1 Desember 2015 di Hotel The Media, Gunung Sahari, Jakarta.

Bagi Kamaruddin Amin seorang profesor merupakan halaman depan bagi suatu perguruan tinggi. Sebab, meningkat tidaknya perguruan tinggi adalah dari keberadaan seorang guru besar. Harapannya, dengan berkumpulnya 415 profesor ini nantinya bisa mendengarkan mereka (profesor) untuk menigkatkan mutu pendidikan Indonesia, dan juga mendukung visi Kemenag menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam dunia.

Selain itu, papar Kamaruddin, dalam kegiatan tersebut akan ada dialog produktif agar Kemenag bisa menyaring dan profesor juga mengaktulisasikan keilmuannya dalam kerja akademik. “Kita ingin meningkatkan reputasi guru besar ke dunia internasioanl, kita ingin mempromosikan mereka di dunia internasional,” tambah Kamaruddin Amin.

Kamaruddin Amin meyakini bahwa dengan 415 profesor yang ada Indonesia bisa menjadi pusat studi islam dunia, sebab profesor harus mampu membawa PTKI layak jual di dunia internasional. Selain itu,sekuen acara pertemuan akan diramu dalam bentuk konsorsium keilmuan, seperti ilmu hadis, syariah, fiqih, dan ilmu-ilmu islam lainnya..

“Mereka akan menjadi lokomotif, bagian yang berperan dalam konsorsium ini,” kata Kamaruddin.

Lebih jauh lagi Kamaruddin Amin mengharapkan akan adanya nasionalisasi karya-karya akademik profesor, karena sudah selayaknya Kemenag dapat mempromosikan penelitian profesor ini ke dunia internasional, baik berbahasa asing dan berbahasa Indonesia. (rief/dm/dm).