Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Kemenag dan KPK Selaraskan Dana Pendidikan Agar Tepat Guna

Oleh Admin 06-11-2015 06:01:52

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Pusat, Kamis (05/11) siang. Tampak ikut mendampingi Menag, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Irjen Kemenag M Jasin, Direktur Madrasah Nur Cholis Setiawan, dan Sekretaris Ditjen Pendis Ishom Yusqi

Kedatangan rombongan Menag ini diterima Ketua KPK Taufikurahman Ruki, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dan Johan S Budi. Dalam kesempatan itu, Menag mendengarkan hasil kajian KPK terkait pengelolaan dana pendidikan, studi kasus program BSM dan bantuan sarana prasaran (Sarpras) Ditjen Pendis Kementerian Agama. 

Menurut Menag, pihaknya diundang KPK untuk membahas program pencegahan korupsi khususnya di sektor pelaksanaan program pendidikan agama. Pembahasan ini penting, lanjut Menag, agar kemenag bisa terus membangun sistem yang lebih baik, demi terwujudnya transparansi tatakelola pemerintahan yang lebih baik pula.

“Intinya kemenag memerlukan pandangan dari pihak lain dalam hal ini KPK yang sudah mempunyai pengalaman dalam akuntabilitas data, sehingga kemudian tatakelola pencairan dana pendidikan tepat guna dan tepat sasaran,” kata Menag di Gedung KPK, Kamis (05/11).

“Kemenag sangat memerlukan itu,” katanya lagi memberi penegasan.

Menag mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya ini terus berupaya membangun sistem tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Kemenag juga mencoba membangun program pengawasan agar tidak ada penyelewengan demi terwujudnya trasnparansi, juga membenahi sistem pengaduan masyarakat yang lebih baik.

Terkiat paparan hasil kajian dan studi yang dilakukan KPK terhadap pelaksaan program Ditjen Pendis tersebut, Menag mengaku sangat mengapresiasi. Baginya, hasil kajian KPK itu penting untuk dijadikan bahan perbaikan bagi Kementerian yang bermotto “Ikhlas Beramal”.

“Kami bersepakat, akan menyusun action plan, sehingga sistem yang terbangun di Kemenag semakin membaik,” tandas Menag.

Sejak setahun yang lalu Kemenag telah mengintroduser dan mencanangkan 5 nilai budaya kerja, yaitu: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab, dan keteladanan, agar kesadaran itu tumbuh pada setiap diri aparatur Kementerian Agama. Harapannya, ke depan pelayanan di Kemenag akan semakin baik seiring dengan kinerja aparatur yang juga terus membaik. ”Hakikatknya, anggaran dari rakyat, harus kembali kepada rakyat,” tutup Menag. (Arief/mkd/mkd)