Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/specweb/public_html/sch-id/util/konek.php on line 9

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 5

Notice: Undefined index: SESSTAMUGURU in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/judul.php on line 17

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Sekjen, Audit Kinerja Untuk Mengukur Performa Kinerja Kita

Oleh Admin 23-09-2015 14:31:44


Jakarta (Pinmas) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam mengatakan, bahwa audit kinerja yang dilakukan Inspektorat Jenderal merupakan sesuatu yang internal dalam kerangka kebersamaan (kesohiban) untuk mengukur performa kinerja kita. Maka dari kegiatan ini diharapkan semacam rekomendasi peningkatan kualitas dan performa kinerja kita dan kualitas reformasi birokrasi yang telah kita lakukan.

“Ini hal yang sangat penting dipahami bersama, bahwa audit ini adalah rangka kesohiban/sahabat. Ini bukan audit keuangan tapi audit kinerja yang disorot adalah di antaranya dokumen yang menjadi bisnis kerja kita (Sekretariat Jenderal), dan wawancara melalui sejumlah narasumber yang dibutuhkan atas kinerja yang telah dilakukan, dan selanjutnya bisa dihasilkan jalan keluar (rekomendasi) atas permasalahan yang ada,” terang Nur Syam saat memberikan arahan pada kegiatan Audir Kinerja oleh Inspektorat Jenderal di Ruang Rapat Setjen Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (22/9).  Hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Umum Syafrizal, Karo Perencanaan Akhmad Lutfi, Inspektur Wilayah III Itjen Mukhlis, sejumlah oejabat eselon III dan IV Biro Kepegawaian, Perencanaan, Biro Umum, dan Pusat Informasi dan Humas sebagai empat satker eselon II di lingkungan Setjen yang diaudit kinerjanya.

Dikatakan Nur Syam, seringkali dipahami, reformasi birokrasi hanya menyangkut tiga hal, yakni perubahan struktur organisasi, personal dan tunjangan kinerja, dan mengesampingkan makna reformasi birokrasi lainya, yaitu perubahan mindset berpikir dan kinerja.

“Oleh karena itu, yang dilakukan Itjen adalah untuk melihat apakah ada perubahan yang lebih baik, sehingga ada usulan untuk memberikan punishment and reward untuk pimpinan dan staf pelaksana,” kata Nur Syam.

Ditambahkan Nur Syam, dalam mengukur kinerja ini, salah satu metode yang digunakan adalah metode balance scorecard. Kalau kita lihat dalam nomenklatur yang kita pahami, inti metode ini adalah mengukur kinerja secara efektif. Apakah sudah sudah efektif dalam penggunaan anggaran dan relevan, menghasilkan outcome yang jelas, melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP), telah memenuhi standar pelayanan minimal dalam rangka mengukur performa kinerja organisasi untuk birokrasi kita yang efektif.

“Oleh karena itu, sangat mendasar dan penting keberhasilan pengukuran menggunakan metode balance scorecard ini dari hasil kinerja kita,” tambah Nur Syam.

“Metode iniuntuk memetakan apakah ada sumbatan dalam bisnis organisasi. Saya memiliki kepercayaan, Itjen memiliki kemampuan untuk melaksanakan perubahan, sehingga Itjen bisa menentukan postur kinerja kita seperti apa,”  lanjut Nur Syam,.

Pelaksanaan audit kinerja ini, menurut Nur Syam harus didukung, sehingga memperoleh resep yang baik. Kalau ditutupi, maka sukar melakukan dan memberikan resep. 

“Mari kita sajikan potret kita sendiri, sehingga Itjen bisa melakukan pembedahan anatomi kita. Kalau ada sumbatan dapat dibuka, dan data yang ada jadi sumber untuk pengukuran kinerja. Audit kinerja baik dari BPK dan Itjen harus dihadapi jangan dihindari, karena untuk mengetahui kekurangan dan apa yang bisa dilakukan untuk pembenahan,” pesan Nur Syam. 

Sementara itu, menjawab pertanyaan apakan ada indikator yang disepakati dalam audit keinerja ini, Irwil III Itjen Muhlis mengatakan idealnya indikator penilaian tersebut dibuat oleh satuan kerja yang akan dinilai, semisal SOP, sehingga Itjen tinggal datang mengukur dan menilai apakah kinerja satuan kerja tersebut sudah sesuai dengan indikator dan SOP yang dibuatnya (sendiri).  

“Kami sudah mendorong seluruh satuan kerja agar membuat SOP, tapi mungkin karena ketiadaan SDM atau faktor lainnya sehingga belum semuanya memiliki SOP. Kita sudah mendorong Ditjen PHU dan Pendis untuk membuat SOP, sehingga kita tinggal datang apakah SOP tersebut sudah dilaksanakan,” ucap Mukhlis. (dm/dm).