Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Serat Sastra Jendra Hayuningrat

Oleh Admin 15-05-2015 18:02:08

Di Kerajaan Alengka hidup seorang purti cantik yang bernama Dewi Sukesi. Ia adalah putri Prabu Sumali. Dewi Sukesi adalah wanita dambaan seribu satu Raja dan Ksatria, tak terkecuali Prabu Danapati. Raja Kerajaan Lokapala, namun tak mudah untuk ia mendapatkan sang Dewi, karena ia harus memenuhi dua syarat dari Prabu Sumali dan Dewi Sukesi. Sarat itu adalah mengalkan adik Prabu Sumali yang seorang raksasa, yaitu Arya Jambumangli. Tak hanya itu, ia juga harus menjabarkan makna dari ilmu "Serat Sastra Jendra Hayuningrat". Syarat tersebut dirasakan terlalu berat oleh Prabu Danapati. Maka ia meminta bantuan Begawan Wisrawa ayahnya. Begawan Wisrawa sangat giat bertapa, itu membuatnya dikasihi para Dewa. Begawan Wisrawa bersedia memenuhi syarat tersebut, melamar Dewi Sukesi untuk putranya.
Singkat cerita sang Begawan berhasil mengalahkan Arya Jambumangli dan menjabarkan makna dari ilmu "Serat Sasrta Jendra Hayuningrat". Begawan Wisrawa hendak memboyong Dewi Sukesi ke Kerajaan Lokapala untuk dinikahkan dengan Prabu Danapati. Tetapi Dewi Sukesi tak mau, karena dia hanya mau bersanding dengan orang yang telah berhasil memenuhi kedua persyaratan itu. Dewi Sukesi memilih mati jika tak dapat bersama Begawan Wisrawa. Ia telah bersumpah, jika Sang Dewi hanya mau menikah dengan orang yang bisa mengalahkan pamanya, Arya Jambumangli dan menjabarkan "Serat Sastra Jendra Hayuningrat". 
Dewi Sukesi sangat mempesona, bahkan pesonanya meluluhkan hati seorang pria yang berusia jauh di lebih tua darinya. Sifat seorang guru dan murid diantara mereka pun hilang seketika, yang ada hanya sifat seorang pria dan wanita. Hawa nafsu telah menguasai diri Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi, berkobar dengan habat dan tak dapat dibendung. Jalin Asmara pun terjadi di antara mereka. Tak lazim memang, namun itulah kenyataannya. Berita itu terdengar oleh Prabu Danapati, ia sangat marah dan kecewa. Ia menghampiri Begawan Wisrawa dan ingin membunuhnya. Pertarungan antara Prabu Danapati dan Begawan Wisrawa pun terjadi, Prabu Danapati terus menyerang sang Begawan namun Sang Begawan hanya menghindar, tak sedikitpun melawan. Ia menyesal karena telah mengecewakan putra tunggal yang sangat ia sayangi.
Seketika turunlah Bathara Narada dari khayangan untuk menghentikan pertarungan itu, dan meredam kemaraha Prabu Danapati. Bathara Narada berhasil, Prabu Danapati mengakuli sesalahannya. Karena ia telah berdosa kepada orang yang telah mengukir jiwa raganya. Ia pun sadar bahwa yang pantas mendapaktan Dewi Sukesi bukanlah dirinya, tetapi Begawan Wisrawa. Untuk menghargai kebesaran hati Prabu Danapati dan sebagi pengganti Dewi Sukesi, Bethara Narada menghadiahkan tiga bidadari cantik untuknya.
Ketiga bidadari itu adalah Bethari Mayangsari, Bethari Mayangmekah, dan Bethari Mayangsih. Sedangkan Begawan Wisrawa mendapatkan empat buah cinta bersama Dewi Sukesi. Putra pertama adalah Prabu Rahwana, yang nantinya akan membunuh Prabu Danapati sesuai dengan yang telah ditakdirkan para Dewa. Dan juga seorang penguasa yang angkara murka, karena ia terlahir dari nafsu yang membara. Putra Kedua adalah Kumbakarna, seorang raksasa yang berbudi pakarti luhur. Ia tidak membela kakaknya, karena ia tahu jika kakanya telah berbuat salah. Namun ia tetap maju ke medan perang demi membela negara yang ia cinta.
Buah cinta Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi yang ketiga adalah Sarpakenaka, seorang Raksasa perempuan yang sangat sakti, ia memiliki kuku yang berbisa ular dan dapat berubah menjadi seorang wanita cantik. Sarpakenaka memiliki watak congkak, ganas, bengis, angkara murka dan serakah, hampir sama dengan kakak sulungnya. Sedangkan putra bungsu Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi adalah Gunawan Wibisana, seorang kesatria tampan yang sangat berbudi luhur dan membela keadilan serta kebenaran. Oleh sebab itu dia meninggalkan kakaknya Rahwana untuk memihak Sri Rama karena melihat bahwa kakaknya salah, bertindak tidak adil dan mau menang sendiri.