Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Potret Guru sebagai SDM Pendidikan

Oleh Admin 26-04-2015 12:25:43

Potret Guru sebagai SDM Pendidikan

Sumber daya manusia yang bermutu merupakan faktor penting dalam pembangunan di era globalisasi saat ini. Pengalaman di banyak negara menunjukkan, sumber daya manusia yang bermutu lebih penting dari pada sumber daya alam yang melimpah. Akan tetapi, beberapa dekade terakhir ini, daya saing bangsa Indonesia di tengah bangsa lain cenderung kurang menggembirakan..

Berbicara mengenai hal tersebut tentu tidak terlepas dengan pendidikan dan peranannya terhadap sumber daya manusia suatu bangsa. Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara menyeluruh. Dahulu Indonesia pernah mengekspor tenaga ahli khususnya tenaga pengajar ke negara Malaysia. Sedangkan sekarang ini kualitas tenaga ahli dan guru Indonesia tertinggal dengan kualitas tenaga ahli dan guru di Malaysia.

Banyak indikator yang menunjukkan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah., antara lain ; adanya keluhan dari dunia usaha bahwa lulusan yang memasuki dunia kerja belum memiliki kesiapan kerja yang baik, adanya ketidakpuasan yang berjenjang, dimana pihak SMP merasa bekal lulusan SD kurang baik untuk memasuki SLTP, kalangan Sekolah Menengah merasa bekal lulusan SMP tidak siap untuk mengikuti pembelajaran di Sekolah Menengah, demikian juga pihak perguruan tinggi merasa bahwa lulusan Sekolah Menengah belum memiliki bekal yang cukup untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi, adanya gejala lulusan SMP dan Sekolah Menengah mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan sehingga mereka ini menjadi penganggur.

Penelitian menyebutkan kemampuan guru 42,85 persen dari ideal, tahapan pembelajaran instruksional 29,67 persen instruksional 49,55 persen dan evaluasi 24,75 persen dari ideal. Pembelajaran di sekolah cenderung sangat teoretik dan tidak terkait dengan lingkungan dimana anak belajar. Hal ini berakibat peserta didik tidak mampu menerapkan apa yang telah dipelajari di sekolah guna memecahkan permasalahan yang muncul dalam kehidupan.

Guru merupakan tulang punggung terjadinya proses belajar mengajar di sekolah. Tanpa guru pembelajaran tidak dapat berjalan dengan baik. Oleh karenanya pemerintah telah berupaya mengangkat harkat dan martabat guru dimana selama ini banyak kalangan yang mengaganggap guru kurang diperhatikan pemerintah terutama terlihat dari kesejahteraan.

Sejak dikeluarkan UU Guru dan Dosen tentang sertifikasi, sejak itu pula guru mendapat predikat pendidik professional. Istilah profesionalisme berasal dari profession. Dalam Kamus Inggris Indonesia, ìprofession berarti pekerjaanî. Arifin dalam buku Kapita Selekta Pendidikan mengemukakan bahwa profession mengandung arti yang sama dengan kata occupation atau pekerjaan yang memerlukan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan khusus.

Guru pada hakikatnya merupakan tenaga kependidikan yang memikul berat tanggung jawab kemanusiaan, khususnya berkaitan dengan proses pendidikan generasi penerus bangsa menuju gerbang pencerhan dalam melepaskan diri dari belenggu kebodohan.. Betapa berat tugas dan kewajiban yang harus diemban oleh guru tersebut sehingga menuntut professionalitas dalam proses pembelajaran. Mereka diharapkan memiliki tinggi, menguasai materi dan metode pembelajaran, dapat mengembangkan seni/variasi pembelajaran

Kualitas pendidikan tinggi sudah demikian rendahnya apalagi pendidikan dasar dan menengah, tentunya kualitasnya tidak lebih baik. Kenyataan ini diperjelas lebih jauh apabila dilihat dari hasil rerata nilai UN untuk dua tahun terakhir dari masing-masing satuan pendidikan, dimana masih perlu dilakukan peningkatan pencapaian nilai rerata peserta ujian.

Hasil ini memperlihatkan bahwa, perlunya ditingkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Lulusan bermutu, dalam sistem pendidikan nasional perlu dipertajam upaya-upaya penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control). Pendidikan nasional yang bermutu salah satunya dapat dilihat dari keluarannya (output) yang bermutu, yakni dilihat dari lulusan bermutu yang diakui di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Guru tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. mereka memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yangdemokratis dan bertanggung jawab.

Untuk itu, pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya, agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju, baik pada masa sekarang maupun masayang akan datang. Kondisi seperti itu bisa mengisyaratkan bahwa guru dan profesinya merupakan komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman.

Sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 sebagai hari guru, karena juga bertepatan dengan hari kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia yang semula berdiri bernama Persatuan Guru Hindia Belanda. Jadi karya mereka telah berkibar 68 tahun demi kemajuan anak negeri dan bangsa Indonesia. Selamat Hari Guru Nasional, PGRI semoga tetap jaya.(*)