Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Inilah Nilai-Nilai Positif yang Dilakukan Pemerintah Pembangunan Papuan

Oleh Admin 15-04-2015 12:42:17

Pria yang hampir sepanjang karirnya diabadikan untuk Papua ini memberikan kata sambutan ketika perayaan 50 tahun TRIKORA di TMII dipenghunjung tahun 2012 yang lalu. Michael sangat fasih bicara tentang Papua. Sangat beralasan kalau Michael mengerti sekali tentang Papuan karena sepanjang karirnya dihabiskan di pula negeri Cendrawasih itu. Mulai menjabat sebagai Camat, Bupati dan posisi-posisi penting lainnya. Malahan kini dirinya dipercaya Menkopolkam sebagai staf khusus untuk masalah Papuan. Semua itu berkat pengalamannya mengurus pulau paling timur Indonesia tersebut. Papua di mata mantan aktivis Parkindo ini, melihat sepuluh tahun belakangan ini Papua mengalami kemajuan yang berarti dan tentu saja itu tanda baik bagi masyarakat Papua, tandasnya. Apa yang dikatakan tentu bukan asal bicara kalau dirinya melihat bahwa Papua lebih baik ini dibandingkan selama dia menjabat di daerah-daerah itu. Selama tiga puluh tahun mengurus Papua yang memiliki luas 421 ribu kilo meter persegi dengan satu Provinsi, 9 Kabupaten dan kotamadya serta 117 kecamatan, 892 desa itu tak mudah dengan luas yang begitu besar. Propinsi 421 Km sekarang dimekarkan menjadi dua propinsi dan hamper menjadi 3. Dalam dua provinsi saat ini sudah terbentuk 42 kabupaten dan kota dan 583 kecamatan dan 5301 desa. Melihat ini Manufandu meyakini ada usaha nyata yang dilakukan pemerintah untuk membawa kemajuan bagi masyarakat Papuan. Dan arahnya menuju perkembangan yang baik dan luar biasa.

Memampukan rakyat

Upaya pemekaran Papuan menurutnya membawa dampak yang baik, karena dengan pemekaran tersebut berpengaruh terhadap pengembangan diri masyarakat. Paling tidak dengan jangkauan yang makin dekat perhatian pemerintah terhadap pembangunan akan lebih focus, tandasnya diplomatis. Pemekaran bisa mendorong rakyat atau memampukan rakyat mengembangkan diri baik dalam pendidikan, perbaikan gizi kemudian ekonomi rakyat dan ini sudah membaik. Inilah nilai positif yang dilakukan pemerintah dalam melayani masyarakatnya. Papua sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya umat Kristen, lalu sejauh mana peran gereja turut andil memajukan masyarakat Papua. Dalam hal ini Michael berharap bahwa peran gereja mampu membantu mendorong spritualistas umat. Dengan cara memberitakan tahua rahmat Tuhan, kasih dan pengampunan tentang persekutuan. Jangan sampai gereja justru berbicara tentang kemarahan, kebencian dan pertentangan tetapi hendaknya selalu berbicara tentang hukum kasih itu. Sehingga dengan pluralitas masyarakat yang tinggal di Papua gereja bisa menjadi garam dan terang bagi semua masyarakat yang tertinggi dan mencari penghidupan disana, katanya serius. Orang Kristen kan memang harus menjadi garam yang mampu memberikan rasa tentang kebaikan, dan terang memberikan cahaya berarti gereja juga harus mampu memberikan penerangan bagi masyarakat yang mengalami kegelapan. Jadi inilah yang diharapkan peran gereja yang menjadi terang dan garam tersebut. Sekali lagi jangan sampai justru gereja malah menciptakan kebencian dan pertentangan yang membuat masyarakat yang bekerja disana menjadi tak nyaman. Tetapi gereja harus tetap mengajarkan kasih dan pengampunan. Itulah harapan masyarakat, pemerintah terhadap peran gereja yang ada di Papua tersebut.

Tak Usah Saling Mempersalahkan

Apa yang terjadi kehidupan bermasyarakat baik di Papua dimanapun berada jangan mempersalahkan siapa-siapa. Tetapi marilah melakukan apa yang bisa kita lakukan seperti peran kita sebagai garam dan terang tersebut, tandasnya berharap. Dan dari kacamatanya memang dirinya melihat peran itu sudah dilakukan gereja dan itu perlu terus ditingkatkan. Dan apa yang dilihatnya dalam masyarakat Papua, selama menjadi camat lima tahun dan walikota lima tahun dan menjadi dosen akademis 10 tahun, dan  menjadi kepala BP7 empat tahun, direktur kelautan lima tahun, Deputy eselon I di Jakarta 10 tahun sampai duta besar dan saat ini staf khusus Menkopolkam sampai saat ini. Dengan posisi tersebut dirinya sudah memberikan seluruh perhatian dan tenaganya untuk kemajuan dimana dia ditugaskan. Termasuk bagaimana peran gereja selama ini dalam kemajuan Papua. Tak dipungkiri memang sampai saat ini masih ada percikan-percikan yang terjadi di wilayah-wilayah tertentu di Papua. Dalam menanggapi kondisi tersebut Michael bertanya lalu siapa yang melakukan tindakan tersebut, ibarat daging yang banyak direbut orang dan dalam rebutan itulah terjadi gesekan-gesekan, sehingga terjadi percikan. Namun bukan berarti pemerintah diam saja. Sudah berbagai cara dilakukan untuk mengatasi percikan tersebut, katanya.

Sumber :Kesbangpol_Kemendagri