Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

11 JUTA REMAJA JABAR HARUS SIAP BERKOMPETISI

Oleh Admin 08-04-2015 15:47:44

Bandung - Perwakilan BKKBN Jabar Online : Jumlah penduduk 46 juta dengan pertumbuhan sekitar dua persen setiap tahunnya bukan saja menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia, tetapi berdampak pula pada kerasnya kompetisi sesama warga penduduk dalam mendapatkan pekerjaan. Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Drs Sugilar dihadapan calon Pendidik dan Konselor Sebaya Kelompok PIK Remaja/Mahasiswa dari 27 Kabupaten/Kota se Jawa Barat saat membuka Orientasi Pendidik dan Konselor Sebaya tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung PPPPTK-IPA jalan Ponegoro Bandung, Senin (16/3/15).

Dengan kondisi tadi, diperkirakan dalam kurun 30 tahun kedepan, penduduk Jabar akan bertambah dua kali lipat dari kondisi saat ini, sehingga ancaman dampak kependudukan seperti pengangguran akan semakin mengkhawatirkan, tambah Sugilar.
Untuk menghadapi tantangan tersebut menurutnya perlu upaya menyiapkan generasi muda Jabar agar siap berkompetisi dalam pasar kerja dan dunia usaha, terlebih Indonesia tengah bersiap memasuki era bonus demografi dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Dengan jumlah penduduk usia produktif yang dua kali lebih besar dari penduduk usia non produktif, semestinya keluarga-keluarga Jawa Barat dapat hidup sejahtera. Logikanya dua orang produktif hanya menanggung satu orang tidak produktif, jelas Gilar. Untuk itu penduduk usia produktif ini harus dibekali dengan kualitas agar tidak justru menjadi beban akibat menganggur.
Namun situasinya remaja justru rentan dengan berbagai pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan ataupun penyalahgunaan TI. Akibatnya tidak sedikit remaja yang bermasalah, umumnya terjebak dalam Triad KRR (Napza,Seks Bebas dan HIV/AIDS). Menyadari bahwa remaja lebih memilih teman sebaya sebagai tempat curhat saat mengalami masalah, maka sejak beberapa tahun terakhir melalui program Genre (Generasi Berencana), BKKBN gencar membentuk kelompok PIK (Pusat Informasi dan Konseling) baik di lingkungan sekolah/kampus maupun di lingkungan masyarakat. PIK Remaja/Mahasiswa sendiri merupakakan wadah dari, oleh dan untuk remaja, dimana dalam PIK terdapat kader-kader dari kalangan remaja sendiri sebagai pendidik dan konselor sebaya.
Sebelumnya disampaikan Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Jabar, Dra Teti Sabarniati bahwa melalui para pendidik dan konselor sebaya ini diharapkan pesan-pesan mengenai Triad KRR, Kesehatan Reproduksi, gender dan 8 Fungsi Keluarga dapat disampaikan kepada teman sesama remaja. Sayangnya sampai saat ini baru terbentuk 2100 PIK R/M di Jabar, dimana rasionya terhadap jumlah 11 juta remaja Jabar masih belum seimbang, sehingga diyakini masih sedikit remaja yang mendapatkan informasi mengenai Genre.
Ditambahkan Teti bahwa kaderisasi Pendidik dan Konselor Sebaya ini merupakan kegiatan rutin diselenggarakan oleh BKKBN Jabar, mengingat kader-kader inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal terbentuknya kelompok-kelompok PIK R/M baru, sekaligus menggantikan para pendidik dan konselor sebaya yang sudah keluar karena telah tamat sekolah, bekerja atau menikah. (HK)