Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/specweb/public_html/sch-id/util/konek.php on line 9

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 5

Notice: Undefined index: SESSTAMUGURU in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/judul.php on line 17

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

DEPUTI ADPIN : TIDAK ADA PEMBANGUNAN YANG TIDAK BERSANDAR PADA JUMLAH MANUSIA

Oleh Admin 08-04-2015 15:46:27

Kota Cirebon - Perwakilan BKKBN Jabar Online : Indonesia akan segera memasuki babak Bonus Demografi, yakni suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia produktifnya (15-65 tahun) lebih basar dibandingkan penduduk usia non produktif (kurang dari 15 tahun dan diatas 65 tahun). Apa pengaruhnya bagi Indonesia dan apa pula yang harus dilakukan Indonesia untuk itu? Berikut petikan wawancara dengan Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN DR dr Abidinsyah Siregar saat ditemui disela kegiatan Bakti Sosial Pelayanan KB dan Sepeda Sehat di Kota Cirebon beberapa waktu lalu.

 
Bagaimana Bonus Demografi bisa terjadi?
 
Bonus Demografi terjadi dikarenakan pertumbuhan penduduk dari bawah sedikit dan jumlah penduduk usia tua semakin berkurang, sementara penduduk kelompok usia muda/prdouktif (15-65 tahun) jumlahnya lebih banyak. Hal ini bisa terjadi berkat program KB yagn dimulai diera tahun 1970an, dimana masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengendalian kependudukan dengan ber-KB. Akibat pengendalian tadi, maka Indonesia berhasil mencegah hampir 100 juta kelahiran sejak saat itu. Kini penduduk Indonesia berjumlah 234 juta, namun seandainya dahulu tidak pernah dilakukan pengendalian melalui Keluarga Berencana maka diperkirakan penduduk Indonesia saat ini akan berjumlah diatas 300 Juta.
 
Kapan tepatnya Bonus Demografi tersebut dan seberapa besar komposisi penduduk produktif dibanding dengan yang tidak produktif?
 
Secara nasional Bonus Demografi akan terjadi sekitar tahun 2020 hingga 2030, diperkirakan setiap 100 orang produktif akan menanggung 40-an orang tidak produktif. Jadi orang-orang produktif ini akan menolong orang-orang yang tidak produktif.
 
Lalu apa untungnya bagi Negara?
 
Bayangkan bila disebuah rumah tangga terdiri dari 4 anggota keluarga, dimana 3 diantaranya bekerja dan hanya 1 anggotanya saja yang menjadi tanggungan. Pasti rumah tangga tersebut akan sejahtera. Demikian bila hal tersebut berlaku secara umum di Indonesia. Artinya dalam situasi ini penduduk produktif dianggap telah memiliki kemandirian, sehingga membantu mengurangi beban negara dalam menunjang kehidupan orang-orang yang tidak produktif.
 
Apa yang menjadi tantangan pembangunan kependudukan saat ini?
 
Sayangnya pasca reformasi, upaya pengendalian kependudukan cenderung mengalami stagnasi, dimana terdapat 5 Juta kelahiran setiap tahun. Kemudian jumlah anak dalam setiap keluarga kecenderungannya masih di atas 3, padahal idealnya 2 anak tiap keluarga. Sementara angka penggunaan kontasepsi masih dibawah 60 persen. Jika penduduk tetap tidak terkendali maka beban Negara akan semakin berat. Bukan hanya BKKBN yang gagal, tapi seluruh keberhasilan pembangunan yang telah berjalan juga akan turut ambruk.
 
Bila demikian, bagaimana caranya memastikan Bonus Demografi benar-benar dapat kita manfaatkan dan tidak berlalu dengan sia-sia?
 
Tidak ada kata lain, semua orang harus peduli akan hal ini. Tidak ada pembangunan yang tidak bersandar pada jumlah manusia. Semua variable program pembangunan pasti dibagi dengan jumlah manusia, maka manfaatkanlah potensi SDM produktif tadi dengan sebaik-baiknya. (HK)