Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

MADRASAH SEBAGAI BENTENG PENCEGAH DEKADENSI MORAL ( Puspita Dewi,S.Pd*)

Oleh Admin 06-04-2015 16:20:33

Di era globalisasi dan industrialisasi seperti sekarang ini, masyarakat,khususnya remaja,  dimanja  oleh  kemudahan mengakses  informasi dari berbagai media elektronik  seperti televisi dan internet. Dunia  bagaikan berada di ujung jari kita. Hanya dengan satu klik, kita dapat mengetahui semua yang terjadi di belahan dunia manapun. Luar biasa.

 

Kemajuan teknologi tersebut di satu sisi merupakan hal yang sangat menguntungkan kita semua karena itu artinya wawasan kita bisa  semakin terbuka dan bertambah serta tak lagi sempit bagaikan  katak di dalam tempurung.

Namun  bagaikan dua sisi mata uang, kemajuan teknologi juga memiliki efek negative apabila kita tidak berhati-hati dalam  penggunaannya. Kemudahan mengakses informasi artinya juga kemudahan mencari tahu, melihat dan   menonton berita atau   tayangan tanpa batas . Hal ini  membuat para orangtua sulit untuk mengontrol anak-anak mereka. Karena tidak mungkin orangtua memantau anaknya selama 24  jam sehari.

Begitu pula dengan televisi. Di jaman dimana kapitalisme dan industrialiasi yang mengahalalkan segala cara asalkan bisa menangguk untung sebesar-besarnya, program/ acara  televisi hanya  menjadi sekedar tontonan   dan tak lagi menja di tuntunan. Sinetron yang merajai slot prime time (waktu tayang utama) menjadi primadona. Ironisnya, sinetron dibumbui oleh jalan cerita yang sama sekali tidak mendidik seperti  pembunuhan, penculikan, perebutan harta warisan sampai persaingan bisnis yang menampilkan  aksi kekerasan yang pada akhirnya sangat mungkin ditiru oleh para penonton, terutama remaja yang pada umumnya sedang mengalami pubertas, pencarian jati diri dan senang mencoba hal-hal baru serta mudah meniru tingkah dan perilaku idolanya.

Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa  tanpa bimbingan orangtua dan perhatian pemerintah terutama  kementerian komunikasi dan informasi serta Komisi Penyiaran Indonesia yang berhak menentukan  layak atau  tidaknya sebuah program televisi, kemudahan mengakses informasi dan program televisi  dapat menyebabkan dekadensi (kemerosotan) moral masyarakat khususnya  para remaja .

Disinilah letak madrasah sebagai sebuah system pendidikan Islam mengambil peranan  dan  memberikan kontribusi sebesar-besarnya sebagai penyeimbang kehidupan duniawi dan  ukhrawi.

Madrasah yang sudah dirumuskan sedemikian rupa oleh para ahli pendidikan dan alim ulama , dimana kurikulumnya merupakan perpaduan pendidikan umum dan islam, diharapkan dapat menjadi benteng mencegah terjadinya  dekadensi (kemerosotan) moral dengan memberikan mata pelajaran seperti  Aqidah Akhlak , Fiqih atau  seperti yang ada di madrasah dimana penulis mengabdi, Lil Banin dan Lil Banat. Mata pelajaran tersebut diberikan sebagai panduan bagi siswa-siswi bagaimana berperilaku dan bertindak sesuai ajaran islam dan meniru keteladanan nabi Muhammad SAW. Sebuah keistimewaan bagi para siswa-siswi madrasah karena mendapat kesempatan yang tak mungkin didapat siswa-siswi di sekolah  umum. Sudah sepatutnyalah kita bangga sebagai bagian dari madrasah.

Dengan segala kelebihan yang dimilikii, seyogyangalah  madrasah bisa menjadi control social dan menjadi  garda  terdepan dalam  melawan arus globalisai yang merusak akidah dan  juga semoga para siswa-siswi madrasah terhindar  dari dekadensi (kemerosotan)  moral serta dapat menjadi panutan  bagi remaja lainnya.

 

                              *Guru Bahasa Inggris di MTsN 34  Jakarta