Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Peran Keayahbundaan Tingkatkan Posisi Tawar Orang Tua di Sekolah

Oleh Admin 21-02-2015 13:12:49

Fri, 02/20/2015 - 06:26

Jakarta, Kemendikbud --- Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membentuk Direktorat Jenderal Keayahbundaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas orang tua. Jika selama ini orang tua menyerahkan urusan pendidikan ke sekolah, maka dengan adanya keayahbundaan ini orang tua memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang pendidikan anak.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, peran keayahbundaan terkait untuk meningkatkan kualitas hubungan ayah bunda dan sekolah. “Jadi perannya agar posisi tawar orang tua lebih baik dengan sekolah,” katanya di hadapan akademisi pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga, di Kantor Kemendikbud, minggu lalu.
 
Mendikbud mengatakan, hampir semua angka indikator pendidikan di Indonesia hanya untuk anak dan sekolah. Orang tua masih dianggap tidak berperan, padahal perannya penting. Dengan adanya keayahbundaan ini, kata dia, Kemendikbud mendukung jejaring kemitraan dengan orang tua dan berbagai lembaga untuk meningkatkan sinergi lintas sektor yang holistik integratif.
 
Cakupan program keayahbundaan ini, kata Mendikbud, akan diperluas. Tidak hanya orang tua dari anak-anak usia dini, tapi dari prakelahiran sampai dengan pendidikan menengah. Begitu juga dengan fasilitator, setiap lembaga formal dan nonformal memiliki rujukan dan dukungan yang lebih lengkap dalam memenuhi kebutuhan peserta didik, orang tua, pengasuh, dan keluarga. “Misalnya komite, guru, tutor, pamong, dan lain sebagainya,” katanya.
 
Guna mencapai target tersebut, Menteri Anies menjelaskan, ada kanal dan mekanisme yang akan digunakan. Mulai dari membangun kanal rujukan utama yang integratif, memanfaatkan daya publik yang dapat diakses dengan luas dan mudah. “Ini diharapkan dapat menggunakan kurasi konten. Kita ingin bisa membangun penyebaran rujukan dan kita ingin merintis kerja sama lintas sektor di luar lingkungan pendidikan,” katanya. (Aline Rogeleonick)