Tendik

You tube YMIK

http://www.sch-id.net/admin/galeri/f3335_youtubeymik.png

Buku Tamu






SUPPORT ADMIN
Status YM

Gallery Foto

Kalender

animasi bergerak gif
Terima Kasih UNAIR!

Like Facebook Kami

Statistik

Flag Counter

Mars YMIK

Visitor


counters

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Sejarah Singkat

Oleh Admin 04-07-2014 16:55:32

SELAYANG PANDANG
 
 
Pendiri YMIK 
 

 

                                 YAYASAN MEMAJUKAN ILMU DAN KEBUDAYAAN (YMIK)
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus  1945, maka, timbul kesadaran dari sejumlah orang-orang terkemuka saat itu, bahwa berjuang dalam pendidikan nasional merupakan bagian yang integral dari perjuangan merebut dan menegakkan serta mengisi kemerdekaan itu sendiri.
Untuk mewujudkan kesadaran ini maka dibentuklah Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK) pada tahun 1946 dengan susunan Pengurus Sebagai berikut :
1. Ketua                 : Mr. Sutan Takdir Alisjahbana
2. Wakil Ketua        : Prof. Sarwono Prawirohardjo
3. Penulis               : Mr. Prajitno Soewondo Hazil, Kwari Satjadibarata
4. Bendahara,         : DR. Djoehana R.M. Soebagio
5. Pembantu           : Mr. T. Ismail Thayeb, Ny. Noegroho DR, Bander Djohan,Drs. Adam Bachtiar
Bersamaan dengan itu diadakan 2 (dua) panitia yang diharapkan lebih khusus bekerja secara terpusat pada bidangnya dimana yang pertama untuk menyelidiki bagaimana, dapat menggiatkan kehidupan ilmu dalam masyarakat Indonesia dengan anggota-anggota sebagai berikut
  1. DR. Leimena
  2. Ir. Abdul Karim
  3. Prof. Dr. Soetono Tjokronegoro
  4. Mr. Ali Budihardjo
  5. Poerwadarminta
  6. Mr. Soetikno
  7. Ir. TH. A. Resink, dan
  8. DR. Soemitro Djojohadikusomo. 
Panitia yang kedua bertugas.memotivasi usaha ke arah meningkatkan dan menggairahkan kegiatan kehidupan kebudayaan yang anggota-anggotanya sebagai berikut :
  1. Noegroho       
  2. Soedjatmoko  
  3. H.B. Jasin       
  4. Mochtar Apin 
  5. L. Damais
  6. A. Djoehana,
  7. Nona Budihardjo, dan
  8. Nona Roekmini Singgih 
Usaha yang mula-mula dilakukan ialah mengadakan kira-kira 20 kursus antara lain Ekonomi, Hukum, Sosiologi, Politik, Filsafat clan lain-lain yang dipimpin oleh Drs. Adam Bahtiar sebagai penanggung jawab. Kursus-kursus ini secara umum dimaksudkan untuk memberikan basis pemahaman terhadap peranan Ilmu Pengetahuan bagi setiap warga Negara sebagai tanggung jawabnya dalam mengisi kemerdekaan.
Pada tahun yang sama, yakni akhir tahun 1946 diadakan juga SMA sore untuk memberi kesempatan kepada mereka yang bekerja di waktu pagi untuk melanjutkan pengetahuan dan mendapat kemajuan. Dalam perkembangannya, kenyataan memperlihatkan bahwa kursus-kursus yang didirikan dalam waktu yang rekatif singkat tidak lagi dapat menampung jumlah peminat yang makin bertambah. Oleh karena itu pada tanggal 1 Oktober 1946, atas desakan sekitar 400 lulusan SMA Republik Indonesia, PMIK kemudian mengumumkan dibukanya Akademi Nasional yang membawahi 5 (lima) Fakultas yakni :
  • Fakultas Sosial, Ekonomi dan Politik
  • Fakultas Biologi
  • Fakultas Matematika clan Fisika
  • Fakultas Sastra Indonesia
  • Fakultas Sastra Inggris
Nama AKADEMI, dan bukan UNIVERSITAS, dipilih untuk menghindarkan diri dari peraturan kolonial, yang ketika itu masih berlaku untuk Jakarta.
Langkah maju PMIK tersebut mendapat sambutan positif secara luas dari segenap lapisan masyarakat. Kuliah pertama yang dilakukan secara sederhana dan khidmat pada tanggal 15 Oktober 1949 adalah suatu momentum historis yang mengawali perjuangan dalam perjalanan sejarah Universitas Nasional. Karena itu pulalah, tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai TANGGAL LAHIR UNIVERSITAS NASIONAL.
Masih dalam tahun 1949 yakni pada tanggal 22 December, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang berkedudukan di Yogyakarta memberikan pengakuan dan persamaan penuh kepada Akademi Nasional dengan Surat Nomor :548/S. Lulusan SMA di Jakarta yang tidak mau memasuki Universiteit van Indonesia, Pemerintah Kolonial Belanda, ditampung oleh Universitas Nasional. Berdasarkan hal diatas, pada tahun 1959, ketika Universitas Nasional merayakan lustrumnya yang ke-II, Universitas Nasional mendapat gelar/julukan : UNIVERSITAS PERJUANGAN dari Presiden Pertama Republik Indonesia.
Untuk dapat memperoleh jaminan keamanan yang lebih pasti bagi kepentingan memperluas cakrawala kegiatannya yang terus berkembang, maka disepakati merubah status PERKUMPULAN ILMU DAN KEBUDAYAAN menajadi YAYASAN MEMAJUKAN ILMU DAN KEBUDAYAAN (YMIK) melalui Akte Notaris Mr. Soewandi No. 3 tanggal 1 September 1954. Dalam hal ini yang menghadap notaris Mr. Soewandi ketika itu adalah
Tuan Raden Teguh Suhardi Sastrosuwigno
Tuan Meester Sutan Takdir Ali sj ahbana, clan
Tuan Meester Raden Soedjono Hardjosoediro,
Dari tahun ke tahun, Universitas Nasional terus berusaha mengembangkan dirinya, dengan pembukaan Fakultas-fakultas baru, yang diawali oleh Fakultas Ekonomi pada tahun 1964, sebagai usaha untuk sedapat mungkin menampung lulusan SMA yang terus meningkat. Menyusul Akademi Bahasa Asing (ABA) Nasional jurusan Bahasa Inggris (1970), Akademi Manajemen dan Akuntansi ( sekarang Akademi Akuntansi Nasional) tahun 1973, dan pada tahun 1974 dibuka sekaligus Sekolah Tinggi  Penerjemah Nasional, Fakultas Teknik serta Akademi Tourism dan perhotelan Nasional (sekarang menjadi Akademi Pariwisata Nasional). Terakhir pada tahun 1985 dibuka lagi Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum.
Suatu usaha lain yang juga menunjukkan pengembangan Universitas Nasional adalah peningkatan frekuensi penerbit majalah ILMU dan BUDAYA, yang pertama kali pada Oktober 1978 terbit 3 (tiga) bulan sekali secara teratur.
Pengembangan lain juga dilakukan lewat penataan kembali kedudukan fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Universitas Nasional dengan tetap berpegang pada aturan-aturan pemerintah yang digariskan, balk dengan cara melakukan penggabungan ataupun pemekaran fakultas maupun kurikulum yang digunakan.
Penataan dimaksud menyebabkan Universitas Nasional mulai 1984-1985 membawahi delapan fakultas dengan berbagai jurusan. Fakultas Sastra Inggris dan Fakultas Sastra Indonesia digabung menjadi satu dengan nama Fakultas Sastra Universitas Nasional.
Tidak sampai disitu saja YAYASAN MEMAJUKAN ILMU dan KEBUDAYAAN (YMIK) juga membuka Sekolah Menegah, SMA YMIK I , SMA YMIK II dan SMP YMIK selanjutnya pada tahun 1998 dibuka SMK YMIK .